Lewati ke konten utama
September 24, 2026Tim Redaksi Pulse.IndoTrenesia.com
pulse.indotrenesia.com
HomeInternasionalArtikel
Internasional

Pertempuran Yaman Kembali Memanas: 63 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir

September 18, 2026 · Tim Redaksi Pulse.IndoTrenesia.com
Pertempuran Yaman Kembali Memanas: 63 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Situasi keamanan di Yaman kembali berada dalam titik kritis setelah bentrokan sengit pecah antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung koalisi Arab Saudi. Dalam tempo 24 jam terakhir, pertempuran di beberapa titik perbatasan dan kawasan strategis dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 63 orang dari kedua belah pihak.

Eskalasi militer ini menandai babak baru dari ketegangan yang terus meningkat di wilayah semenanjung Arab tersebut. Lonjakan korban jiwa ini terkonfirmasi dari laporan pejabat militer kedua kubu, mengindikasikan intesitas kontak senjata yang jauh lebih masif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Gempuran Udara dan Serangan Drone Tumpuk Korban di Dua Sisi

Berdasarkan keterangan pejabat pemerintah Yaman, sedikitnya 23 prajurit tentara pemerintah tewas setelah kelompok Houthi melancarkan serangan kombinasi menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone). Hantaman senjata presisi tersebut menyasar posisi pertahanan militer di dua provinsi yang terletak di kawasan barat daya Yaman.

Di pihak berseberangan, sumber internal militer Houthi mengonfirmasi bahwa 40 petempur mereka tewas dalam kurun waktu yang sama. Angka kematian di barisan milisi yang disokong Iran tersebut dipicu oleh rentetan serangan udara koalisi Arab Saudi serta pertempuran darat bertempo tinggi yang terjadi di garis depan.

Penggunaan drone dan rudal oleh Houthi yang dibalas dengan serangan udara intensif menunjukkan bahwa kedua pihak tidak lagi membatasi operasi tempur mereka pada skirmish skala kecil di zona perbatasan.

Penguasaan Jalur Pesisir dan Perebutan Kota Strategis Mokha

Kenaikan intensitas konfrontasi bersenjata ini meretakkan periode relatif tenang yang sempat bertahan selama kurang lebih empat tahun. Kelompok Houthi diketahui tengah menggenjot manuver militer demi memperluas serta memperkuat kendali mereka atas wilayah-wilayah pesisir Yaman yang memiliki nilai geopolitik dan ekonomi tinggi.

Salah satu pencapaian strategis terbesar Houthi dalam pergerakan terbaru ini adalah keberhasilan menguasai Kota Mokha. Keberhasilan merebut kota pelabuhan penting tersebut menjadi ekspansi wilayah paling signifikan bagi Houthi sejak kesepakatan gencatan senjata yang diprakarsai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disetujui pada 2022.

Peta kekuatan wilayah Yaman saat ini masih terbelah secara tajam. Kelompok Houthi memegang kendali atas ibu kota Sanaa serta mayoritas wilayah berpopulasi padat di bagian utara dan barat. Di sisi lain, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menjalankan roda pemerintahan dari Kota Aden di wilayah selatan dengan sokongan penuh dari militer Arab Saudi.

Kecamuk perang saudara yang membakar Yaman selama bertahun-tahun diperkirakan telah merenggut lebih dari 150 ribu nyawa, sekaligus memicu krisis kemanusiaan berat yang menempatkan jutaan warga sipil di ambang kelaparan massal.

Sumber referensi: news.detik.com · news.detik.com