Lewati ke konten utama
September 24, 2026Tim Redaksi Pulse.IndoTrenesia.com
pulse.indotrenesia.com
HomeInternasionalArtikel
Internasional

Eskalasi Yaman Memanas: Houthi Laporkan Gelombang Serangan Udara Arab Saudi dan Aksinya di Laut Merah

September 18, 2026 · Tim Redaksi Pulse.IndoTrenesia.com
Eskalasi Yaman Memanas: Houthi Laporkan Gelombang Serangan Udara Arab Saudi dan Aksinya di Laut Merah

Situasi keamanan di Yaman kembali bergejolak seiring meningkatnya intensitas konfrontasi militer antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung koalisi Arab Saudi. Rangkaian baku tembak di garis depan serta laporan serangan udara maraton menandai berakhirnya periode relatif tenang yang sempat terjaga sejak kesepakatan gencatan senjata pada 2022.

Eskalasi terbaru ini mengemuka setelah pertempuran darat dan serangan udara dilaporkan menggempur sejumlah titik strategis di wilayah utara dan timur Yaman. Eskalasi tersebut menegaskan kerapuhan konstelasi politik dan keamanan di kawasan Semenanjung Arabia.

Klaim Lebih dari 100 Serangan Udara dalam Sepekan

Berdasarkan rekaman video yang dirilis oleh Kantor Media Ansar Allah—sayap media resmi kelompok Houthi—pada Selasa (16/9/2026), pertempuran sengit terjadi antara pejuang Houthi dan pasukan yang disokong Arab Saudi di Provinsi Jawf Timur. Laporan tersebut memperlihatkan bentrokan jarak dekat di medan pertempuran terbuka.

Pihak Houthi mengklaim bahwa angkatan udara yang didukung Arab Saudi telah melancarkan lebih dari 50 serangan terhadap posisi-posisi mereka dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Stasiun televisi Almasirah yang dikelola Houthi turut melaporkan keberadaan jet tempur yang menyasar wilayah Saada, salah satu basis pertahanan utama kelompok tersebut.

Secara kumulatif, kelompok Houthi mencatat lebih dari 100 serangan udara menyasar posisi militer mereka sejak Selasa pekan sebelumnya. Kendati klaim dan rekaman visual ini dipublikasikan secara luas oleh media Houthi, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi atau tanggapan terbuka dari otoritas di Riyadh.

Strategi Garis Depan dan Penekanan Jalur Laut

Di balik sengitnya pertempuran, pengerjaan operasi militer tersebut dinilai memiliki keterbatasan cakupan sasaran. Serangan udara yang dilaporkan sejauh ini difokuskan pada garis depan pertempuran guna membendung pergerakan Houthi sekaligus memberikan dukungan taktis bagi pasukan pemerintah Yaman.

Operasi tersebut dilaporkan belum menyasar pusat-pusat kekuatan utama Houthi di perkotaan, termasuk ibu kota Yaman, Sanaa. Hal ini mengindikasikan adanya pertimbangan strategis untuk mencegah konfrontasi terbuka secara penuh di pusat pemukiman padat penduduk.

Namun, respons Houthi tidak terbatas pada pertempuran darat. Kelompok ini secara resmi mengumumkan langkah blokade laut terhadap Arab Saudi serta menegaskan komitmen mereka untuk terus menargetkan kapal-kapal yang terhubung dengan Saudi di perairan Laut Merah, yang berpotensi meluas menjadi gangguan keamanan maritim regional.

Berakhirnya Ketenangan Pasca-Gencatan Senjata 2022

Peningkatan dinamika militer ini secara praktis menyapu bersih situasi kondusif yang sempat terbangun pasca-gencatan senjata tahun 2022. Selama beberapa tahun terakhir, kesepakatan tersebut sempat memberi ruang jeda dari konflik berkepanjangan yang melanda Yaman.

Dengan kembali maraknya kontak tembak di Provinsi Jawf Timur serta gempuran udara di Saada, peta konflik di Yaman memasuki fase ketegangan baru. Perkembangan situasi kini bergantung pada respons resmi pemerintah Arab Saudi serta dinamika keamanan di koridor pelayaran Laut Merah dalam beberapa hari ke depan.