Upaya pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, membuahkan hasil baru. Tim penyelam dari Basarnas Special Group (BSG) berhasil menemukan dua jenazah korban yang terperangkap di dalam struktur kapal pada Senin (21/9/2026) pagi.
Kedua korban berjenis kelamin laki-laki tersebut terdeteksi di bagian dalam bangkai kapal saat personel penyelam menyisir kompartemen bawah air. Penemuan ini mempertegas fokus operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang terus mengarahkan pencarian pada area dalam badan kapal yang karam.
Fokus Penyisiran di Dalam Bangkai Kapal
Kepala Basarnas M. Syafii mengonfirmasi bahwa penemuan terjadi dalam selang waktu berdekatan saat penyisiran bawah air berlangsung. Korban pertama ditemukan pada pukul 09.04 WITA, disusul penemuan korban kedua pada pukul 09.13 WITA.
“Kedua korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam kapal saat tim BSG melakukan operasi pencarian dan penyelaman,” kata Syafii dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Syafii menegaskan bahwa pergerakan tim penyelam profesional BSG merupakan bagian dari komitmen SAR Gabungan untuk memastikan seluruh bagian kapal diperiksa secara menyeluruh. Keberadaan korban di dalam ruangan kapal menuntut ketelitian tinggi mengingat jarak pandang dan akses fisik di dalam ruang tertutup bawah air kerap menjadi kendala utama.
Prosedur Evakuasi Udara Menuju Banjarmasin
Setelah diangkat dari posisi terperangkap, kedua jenazah langsung dipindahkan ke fasilitas evakuasi utama. Basarnas mengerahkan armada udara berupa Helikopter HR 3601 guna mempercepat proses pemindahan dari lokasi operasi di laut menuju daratan.
Rute evakuasi diarahkan langsung menuju Bandara Banjarmasin. Langkah penanganan udara ini diambil agar penyerahan jenazah kepada tim medis dan otoritas berwenang dapat berlangsung tanpa penundaan berlebih.
“Setelah tiba di Bandara Banjarmasin, kedua korban selanjutnya diserahkan kepada pihak terkait untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut,” tutur Syafii.
Setelah tahapan identifikasi formal selesai dilakukan oleh tim medis dan otoritas terkait di darat, jenazah akan diproses untuk diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga masing-masing.
Dinamika Operasi SAR dan Catatan Data Penumpang
Pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus melibatkan berbagai sarana teknologi dan personel khusus. Sebelum penemuan oleh tim penyelam BSG, operasi pencarian di lokasi tenggelamnya kapal juga sempat memanfaatkan teknologi robot bawah air (ROV) yang membantu mendeteksi keberadaan satu korban terdahulu.
Di samping tantangan teknis penyelaman di kedalaman Laut Jawa, operasi SAR ini berlangsung di tengah dinamika pendataan manifest penumpang. Informasi lapangan mencatat terdapat sedikitnya 22 korban insiden KM Virgo Transport 8 yang sebelumnya tidak tercantum dalam manifest resmi pelayaran.
Kondisi ini membuat Basarnas dan unsur SAR Gabungan tetap menyiagakan personel serta armada di lokasi untuk menyisir setiap sudut area perairan maupun struktur bangkai kapal hingga seluruh laporan kehilangan dapat tertangani sesuai prosedur.

