Pendiri sekaligus pemegang saham pengendali PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Edwin Soeryadjaya, memperkuat kepemilikan sahamnya secara langsung melalui aksi insider buying di pasar reguler. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (18/9/2026), konglomerat kawakan tersebut merampungkan akumulasi sebanyak 1,24 juta lembar saham SRTG selama dua hari perdagangan berturut-turut. Total nilai transaksi pengumpulan saham ini diperkirakan mencapai Rp2,196 miliar.
Detail Transaksi Bertahap di Pasar Reguler
Transaksi pembelian saham ini dieksekusi secara konsisten dengan patokan harga tunggal, yakni Rp1.771 per lembar saham. Tingkat harga eksekusi yang datar tersebut mengindikasikan penilaian manajemen bahwa valuasi pasar SRTG saat ini berada pada level yang sangat menarik.
Rincian transaksi akumulasi saham tersebut tercatat dilakukan dalam dua tahap:
- Rabu, 16 September 2026: Edwin melakukan akumulasi tahap awal sebanyak 900.000 lembar saham biasa di harga Rp1.771 per saham, dengan total nilai mencapai Rp1,59 miliar.
- Kamis, 17 September 2026: Transaksi dilanjutkan dengan mengamankan 340.000 lembar saham tambahan di harga yang sama, yakni Rp1.771 per saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp602,14 juta.
Perubahan Struktur Kepemilikan dan Hak Suara
Aksi korporasi ini secara resmi mengubah peta kekuatan hak suara di jajaran pemegang saham perseroan. Melalui transaksi tersebut, portofolio kepemilikan saham langsung Edwin Soeryadjaya bertambah dari 4.874.529.190 lembar saham menjadi 4.875.769.190 lembar saham. Secara persentase, penguasaan blok saham miliknya naik dari 35,935% menjadi 35,9442%.
Manajemen mengonfirmasi bahwa akumulasi ekuitas berkesinambungan ini didedikasikan secara penuh (100%) untuk penyelarasan aset jangka panjang (long-term asset alignment), sekaligus mempertegas posisinya sebagai penentu arah utama grup bisnis tersebut. Dalam rekam jejak historisnya, langkah Edwin melakukan aksi beli saham perusahaan bukan kali pertama terjadi; ia sebelumnya juga tercatat pernah menggelontorkan dana hingga Rp 2,73 Miliar untuk mengamankan jajaran saham SRTG di pasar.
Respon Pasar Modal dan Katalis Positif Pemulihan NAV
Pengumuman resmi mengenai insider buying ini langsung memicu reaksi positif para pelaku pasar modal. Saham SRTG mencatatkan penguatan signifikan sebesar 4,24% dan ditutup pada posisi Rp1.845 per saham pada sesi perdagangan Jumat. Dalam rentang waktu 5 hari perdagangan, saham ini mampu membukukan kenaikan sebesar 1,65%, sekaligus bertahan dari tekanan koreksi pasar berkembang regional.
Sentimen positif pasar lokal ini juga memberikan sinyal penyeimbang di tengah dinamika indikator makro, termasuk bobot indeks pasar saham Indonesia di MSCI yang sempat berada di kisaran 0.5% seiring pemulihan arus modal asing. Selain itu, kinerja historis SRTG di mata investor juga kerap didukung oleh daya tarik dividen, seperti catatan yield dividen sebesar 6,36% menjelang cum date pada 26 Mei (26/5), kendati pada saat penyesuaian pasar harga sempat terkoreksi 10%.
Bagi para manajer investasi global dan desk private equity, aksi borong saham oleh pemilik modal utama memberikan kepastian kualitatif yang krusial. Pembelian saham secara langsung menggunakan modal pribadi ini bertindak sebagai lantai defensif yang kokoh guna menjaga stabilitas Nilai Aktiva Bersih (Net Asset Value/NAV) Saratoga dalam horizon investasi jangka panjang.

