Lewati ke konten utama
Oktober 2, 2026Tim Redaksi Pulse.IndoTrenesia.com
pulse.indotrenesia.com
Home›Politik›Artikel
Politik

Momen Khusyuk Presiden Prabowo, Gibran, dan Puan Berdoa di Sumur Maut Lubang

Oktober 1, 2026 · Tim Redaksi Pulse.IndoTrenesia.com
Momen Khusyuk Presiden Prabowo, Gibran, dan Puan Berdoa di Sumur Maut Lubang

Suasana penuh kekhidmatan mewarnai Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, saat Presiden Prabowo Subianto meninjau dan berdoa di depan lokasi sumur maut usai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10/2026). Rangkaian upacara utama yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB berakhir pada pukul 08.22 WIB, menandai dimulainya momen penghormatan khusus kepada para pahlawan revolusi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo tampil mengenakan setelan jas berwarna abu-abu lengkap dengan peci hitam. Setelah menuntaskan tugasnya di podium utama, Prabowo beranjak menyalami pimpinan lembaga tinggi negara serta jajaran prajurit TNI, sebelum akhirnya melangkah menuju pendopo sumur maut yang berada tepat di area belakang podium utama.

Momen Doa Bersama Pimpinan Lembaga Tinggi Negara

Di area pendopo sumur maut, Presiden Prabowo berdiri berdampingan dengan pimpinan lembaga negara dan jajaran menteri kunci. Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Ketua DPD Sultan Baktiar Najamuddin tampak mendampingi Presiden secara langsung di lokasi bersejarah tersebut.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga berada di sekeliling pendopo saat Presiden Prabowo menundukkan kepala dan memanjatkan doa secara khusyuk. Momen doa di depan lokasi gugurnya para perwira TNI tersebut terekam dalam tayangan video 20detik, memperlihatkan suasana penuh keheningan dan kebersamaan para pimpinan bangsa.

Kehadiran Solid Jajaran Kabinet Merah Putih dan TNI-Polri

Peringatan nasional di Lubang Buaya ini turut dihadiri secara intensif oleh barisan pejabat utama Kabinet Merah Putih. Di antara menteri yang hadir di lokasi meliputi Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Sektor pertahanan dan keamanan negara menunjukkan komitmen penuh, di mana kehadiran jajaran pimpinan tertinggi TNI dan Polri tampak 100% lengkap. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir berdampingan dengan tiga kepala staf matra TNI, yaitu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono.

Kehadiran lengkap para petinggi militer dan kepolisian ini menegaskan kesiapsiagaan serta soliditas institusi negara, di mana fokus perhatian seluruh jajaran pejabat yang hadir pun 120% tercurah pada momentum refleksi bersejarah tersebut.

Konteks Sejarah dan Makna Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober memiliki landasan historis yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Momen nasional ini pertama kali ditetapkan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto pasca-peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965.

Penetapan Hari Kesaktian Pancasila bertujuan untuk memperingati dan mengingatkan masyarakat bahwa Pancasila sebagai dasar negara tetap berdiri teguh menghadapi berbagai cobaan dan upaya perintangan. Selain sebagai pengingat daya tahan ideologi negara, agenda ini diselenggarakan sebagai wujud penghormatan tertinggi kepada para pahlawan yang telah gugur.

Nilai-nilai Pancasila itu sendiri mula-mula digali dan dirumuskan oleh Presiden pertama Sukarno dari akar tradisi serta tata nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Ziarah dan doa di depan sumur maut Lubang Buaya ini menjadi pengingat berkelanjutan akan pentingnya menjaga keutuhan serta ketahanan bangsa di atas fondasi Pancasila.

Sumber referensi: news.detik.com · news.detik.com