Penerbangan komersial Flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv berubah menjadi situasi krisis udara saat berada di atas wilayah udara Arab Saudi pada 30 September 2026. Pesawat tipe Boeing 737 Max yang mengangkut sekitar 150 orang—sebagian besar warga negara Israel—tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Prince Sultan bin Abdulaziz di Tabuk, Arab Saudi, setelah terjadi aksi penikaman di dalam kokpit yang memicu penurunan ketinggian secara ekstrem.
Peristiwa terjadi ketika kopilot pesawat mendadak menyerang Kapten Smit Machchhar menggunakan senjata tajam jenis pisau. Di tengah kepanikan kabin dan kondisi fisik pesawat yang sempat kehilangan kendali, perlawanan dari kapten pilot, aksi sigap sekelompok penumpang, serta bantuan dua pilot cadangan berhasil mengamankan pesawat hingga mendarat dengan selamat.
Kronologi Navigasi dan Anjloknya Ketinggian Pesawat
Berdasarkan data pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Dubai pada Rabu dini hari pukul 03:05 UTC (04:05 BST) setelah sempat mengalami penundaan jadwal keberangkatan selama 20 menit. Penerbangan awalnya berlangsung normal pada ketinggian jelajah 34.000 kaki (10.400 meter).
Krisis bermula sesaat sebelum pukul 08:21 waktu setempat ketika pesawat mendadak kehilangan ketinggian secara ekstrem. Dalam waktu kurang dari dua menit, armada tersebut merosot lebih dari 17.000 kaki (sekitar 5.180 meter hingga 5.200 meter), memicu guncangan hebat dan teriakan histeris dari para penumpang di dalam kabin.
Data navigasi penerbangan mencatat tahapan sinyal darurat sebagai berikut:
- Penurunan Ketinggian: Pesawat anjlok drastis selagi melintas di wilayah udara Arab Saudi.
- Sinyal Darurat Pertama (05:31 UTC): Sekitar 10 menit setelah penurunan ketinggian drastis tersebut, awak pesawat memancarkan sinyal keadaan darurat umum (Squawk 7700).
- Kode Pembajakan (05:38 UTC): Sinyal sempat diubah ke kode 7500 yang mengindikasikan tindakan intervensi melawan hukum atau pembajakan.
- Manufaktur Rute (05:40–06:11 UTC): Pesawat sempat melintasi batas wilayah udara Yordania selama enam menit sebelum berputar kembali ke Arab Saudi dan mengarahkan rute pendaratan ke Tabuk pada pukul 06:11 UTC.
- Kontak Pengatur Lalu Lintas Udara (08:44 waktu setempat): Pusat pengendali lalu lintas udara Bandara Tabuk menerima panggilan darurat resmi, sebelum pesawat akhirnya mendarat selamat dan kembali terdeteksi radar di landasan pada pukul 06:58 UTC.
Perlawanan di Kokpit dan Respons Cepat di Kabin
Kedutaan Besar India di Arab Saudi dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa korban serangan di kokpit adalah Kapten Smit Machchhar, warga negara India. Pelaku yang merupakan kopilot diduga berusaha menyabotase sistem penerbangan dan menjatuhkan pesawat setelah melakukan penikaman.
Suara jeritan dari ruang kemudi memicu reaksi cepat dari penumpang dan awak kabin. Saksi mata Zvika Manes menceritakan bahwa istrinya mendengar teriakan dari dekat kokpit dan langsung memberi tahu pilot cadangan yang berada di kabin.
Antara tiga hingga lima penumpang menerobos masuk ke kokpit bersama awak pesawat. Mereka melumpuhkan penyerang berpisau tersebut dan mengikatnya di ruang kabin. Dalam situasi berdarah itu, seorang penumpang yang berprofesi sebagai dokter gigi memberikan pertolongan medis darurat kepada Kapten Machchhar yang mengalami luka tusuk serius.
Dua pilot lain yang kebetulan berstatus penumpang di bagian belakang kabin segera maju ke depan untuk mengambil alih kendali. Bersama awak penerbangan yang bertugas, mereka berhasil menstabilkan fluktuasi ketinggian pesawat hingga pendaratan darurat dilakukan secara aman di Tabuk.
Pemeriksaan Lapangan dan Kerusakan Sirip Ekor
Setibanya di Bandara Tabuk, tim medis Arab Saudi memberikan penanganan darurat kepada penumpang dan membawa Kapten Smit Machchhar serta terduga pelaku ke rumah sakit setempat. Hasil analisis verifikasi foto pesawat Boeing 737 Max yang terparkir di landasan Bandara Tabuk menunjukkan adanya kerusakan fisik pada bagian kemudi arah (rudder) di sirip ekor pesawat.
Pihak maskapai Flydubai membenarkan adanya pertikaian di dalam kokpit penerbangan FZ1073. Seluruh penumpang dipastikan selamat dan mendapatkan penanganan penuh dari tim medis serta otoritas setempat.
Untuk mengevakuasi para penumpang yang tertahan di Tabuk, Flydubai mengerahkan penerbangan pengganti dengan nomor FZ8455. Pesawat pengganti tersebut diberangkatkan dari Dubai sesaat sebelum pukul 12:56 waktu setempat dan dijadwalkan mendarat di Tabuk pada pukul 14:41 waktu setempat untuk membawa seluruh penumpang melanjutkan perjalanan hingga tiba di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.
Proses Hukum dan Evaluasi Keamanan Penerbangan
Flydubai menegaskan bahwa motif di balik aksi penikaman tersebut masih dalam penyelidikan resmi bersama otoritas terkait, sembari meminta publik tidak melakukan spekulasi prematur. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan apresiasi atas keberanian Kapten Machchhar serta para penumpang yang dinilainya berhasil mencegah bencana udara berskala besar.
Pasca-insiden ini, pemerintah Israel memerintahkan peningkatan prosedur pemeriksaan keamanan terhadap seluruh kru dan penerbangan yang menuju ke wilayahnya. Sementara itu, terduga pelaku penikaman telah ditahan dan kini menjalani pemeriksaan hukum intensif oleh aparat kepolisian dan otoritas keamanan Arab Saudi.

