Lewati ke konten utama
September 24, 2026Tim Redaksi Pulse.IndoTrenesia.com
pulse.indotrenesia.com
HomeHiburanArtikel
Hiburan

Salman Khan Kritik Body Shaming di Bigg Boss 20: Bela Perempuan Pasca-Melahirkan dan Tantang Standar Penuaan

September 21, 2026 · Tim Redaksi Pulse.IndoTrenesia.com
Salman Khan Kritik Body Shaming di Bigg Boss 20: Bela Perempuan Pasca-Melahirkan dan Tantang Standar Penuaan

Aktor Bollywood Salman Khan menyampaikan kritik terbuka terhadap maraknya budaya body shaming dan aksi trolling di media sosial. Saat memandu episode terbaru panggung realitas Bigg Boss 20, presenter senior tersebut menegaskan bahwa serangan verbal terkait penampilan, berat badan, usia, maupun kehidupan pribadi publik figur harus segera dihentikan.

Pernyataan tegas tersebut bermula dari perselisihan antara YouTuber sekaligus gamer ScoutOP dengan kontestan Arishfa Khan di dalam acara tersebut. Salman tidak hanya mengecam penggunaan bahasa dalam perdebatan itu, melainkan mengeskalasi pembahasan ke tingkat yang lebih luas mengenai ekosistem perundungan digital yang semakin tidak terkontrol.

Sorotan Kasus Pasca-Melahirkan dan Tekanan Publik

Tanpa menyebutkan nama secara eksplisit, Salman memberikan perhatian khusus pada perundungan yang kerap menyasar perempuan pasca-melahirkan. Isu ini mencuat menyusul gelombang komentar negatif terhadap aktris Katrina Kaif yang baru saja menjadi seorang ibu, pasca-hadir dalam perayaan Ganpati di Mumbai.

Publik media sosial sempat melayangkan berbagai komentar miring mengenai perubahan bentuk tubuh Katrina setelah persalinan. Salman mempertanyakan alasan di balik kebiasaan warganet yang mencemooh proses alami perubahan tubuh perempuan pada fase tersebut.

Menurutnya, kenaikan berat badan merupakan hal yang sepenuhnya wajar selama masa kehamilan dan pasca-melahirkan. Ia menegaskan bahwa perempuan seharusnya diberi ruang dan waktu untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga, ketimbang terus-menerus dituntut untuk segera mengembalikan penampilan fisik seperti sebelum hamil.

Realitas Penuaan: “Tak Bisa Terus Seperti Tahun 1989”

Selain membahas isu pasca-melahirkan, Salman merefleksikan kritik yang kerap diterimanya mengenai proses penuaan dan perubahan penampilan fisiknya sendiri. Mengakui bahwa usianya kini telah menginjak 60 tahun, aktor tersebut mempertanyakan ekspektasi publik yang menuntut para selebriti untuk selalu tampak sama sepanjang karier mereka.

Dalam pembahasannya, ia merujuk pada film ikonik yang dibintanginya pada tahun 1989, Maine Pyaar Kiya. Salman menyatakan bahwa seseorang tidak mungkin membeku pada usia atau penampilan yang sama selamanya, sehingga ekspektasi publik semacam itu sangat tidak realistis.

Aksi penegasan itu mencapai puncaknya di atas panggung ketika Salman melepas topi dan T-shirt yang dikenakannya, lalu memanggil penata rias pribadinya, Raju. Di hadapan kamera, ia menghapus riasan wajahnya sendiri sebagai bentuk tantangan terbuka terhadap komentar yang selalu menghakimi penampilan fisik para pekerja seni.

Eksploitasi Trolling Berbayar demi Popularitas

Salman turut mempertanyakan motif ekonomi di balik aksi perundungan daring. Ia menyoroti fenomena sebagian pihak yang mencari uang atau mengejar popularitas dengan cara menghina orang lain di platform digital, baik berdasar pada ukuran tubuh, kegagalan pekerjaan, hingga situasi keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, sang aktor juga mengungkap dugaan praktik trolling berbayar yang dikendalikan oleh oknum tertentu. Menurut keterangannya, terdapat indikasi produsen atau selebriti yang sengaja membayar pihak luar untuk melancarkan serangan siber secara terencana kepada figur lain.

Rangkaian teguran Salman pada episode Bigg Boss 20 ini mengarahkan kembali perhatian publik pada dampak toksik budaya media sosial. Sikap terbuka sang aktor menjadi penanda penting bahwa tekanan estetika berlebihan terhadap publik figur membutuhkan koreksi mendasar dari dalam industri hiburan itu sendiri.

Sumber referensi: thehansindia.com