Membuka penampilan pertamanya pasca gelombang kontroversi yang memicu pengunduran diri seluruh musisi pembuka turnya, Ed Sheeran menyampaikan pengakuan terbuka di panggung Philadelphia. Musisi asal Inggris tersebut meminta maaf atas berbagai kesalahan dan keputusan sulit yang mewarnai pelaksanaan Loop Tour di Amerika Serikat usai rapper Macklemore dicoret dari daftar penampil.
Berdasarkan laporan yang dirilis pada 20 September 2026 pukul 01:28 BST dan diperbarui pukul 05:49 BST, Sheeran memanfaatkan aksi panggung tersebut untuk mengklarifikasi posisinya terkait isu kebebasan berpendapat serta krisis kemanusiaan di Palestina dan Israel. Ia menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore murni berasal dari pihak promotor, bukan atas kehendaknya pribadi.
Klarifikasi Sikap Kemanusiaan dan Pembatasan Berekspresi
Di hadapan para penonton, Sheeran tampil emosional saat mengakui bahwa dirinya tak pernah bermaksud menjadi seorang musisi aktivis. Namun, dinamika sepekan terakhir menyeretnya ke dalam perdebatan politik paling rumit. “Minggu ini, kritik yang datang berkaitan dengan sesuatu yang jauh lebih penting, dan saya harus mengambil serta membuat keputusan-keputusan sulit—dan saya melakukan kesalahan—saya sangat, sangat menyesal,” ucapnya di atas panggung.
Dalam pidatonya, Sheeran merinci pandangannya atas konflik di Timur Tengah. Ia menggambarkan serangan pada 7 Oktober 2023 yang dipimpin Hamas sebagai peristiwa mengerikan yang menambah luka masyarakat Yahudi. Di saat bersamaan, ia menilai situasi di Gaza sebagai hal yang katastropik, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional, seraya menyoroti ketidakadilan sistemik di Tepi Barat serta jatuhnya korban jiwa warga sipil dan anak-anak.
“Saya telah mencoba dalam karier saya untuk tidak menjadi komentator politik jenis apa pun, karena saya ingin musik dan pertunjukan saya menjadi tentang persatuan, bukan perpecahan. Namun ini adalah masalah kemanusiaan, dan saya tidak bisa menyembunyikan perasaan saya lagi,” ujar Sheeran.
Selain mengekspresikan penyesalan dan sikap kemanusiaannya, Sheeran meluapkan kekhawatiran mendalam terhadap wacana bahwa pengelola lokasi pertunjukan (venue) dapat menerapkan sistem pra-persetujuan terhadap konten atau seniman yang tampil. Pernyataan tersebut memicu aplaus meriah dari penonton. Ia menambahkan bahwa terlepas dari perbedaan pandangan politik, konsernya tetap menjadi ruang inklusif bagi semua orang.
Asal-usul Pencoretan Macklemore dan Gelombang Mundur Musisi Pendukung
Prahara ini berawal dari penampilan Macklemore pada awal September, ketika sang rapper membawakan lagu yang didedikasikan bagi pengunjuk rasa pro-Palestina dan menyebut angka kematian di Gaza sebagai genosida—klaim yang dibantah tegas oleh Israel. Pihak promotor, Messina Touring Group, kemudian mendepak Macklemore setelah mendapat ancaman pembatalan izin pertunjukan dari sejumlah pengelola stadion.
Salah satu langkah tegas datang dari pemilik Stadion Gillette di Boston sekaligus klub American football New England Patriots, Robert Kraft. Miliarder berlatar belakang Yahudi tersebut secara terbuka melarang Macklemore tampil di stadion miliknya dalam rangkaian tur Sheeran mendatang. Kraft menuduh narasi sang rapper memuat ujaran kebencian dan dinilai mengabaikan tindakan Hamas.
Keputusan promotor dan pemilik lokasi pertunjukan tersebut memicu aksi solidaritas dari musisi pendukung tur. Penyanyi-penulis lagu asal Irlandia Aaron Rowe, musisi Denmark Lukas Graham, serta grup musik pendukung Beoga memilih mengundurkan diri secara serentak dari Loop Tour. Para seniman ini menilai pencoretan Macklemore memberikan dampak buruk terhadap kebebasan berekspresi di dunia pertunjukan.
Dampak Harga Tiket dan Suasana Pertunjukan
Dampak dari kisruh politik dan aksi pengunduran diri para penampil pembuka ini berimbas langsung pada kinerja komersial tur Sheeran di Amerika Serikat. Penjualan tiket dilaporkan melambat dan harga tiket di platform penjualan anjlok hingga menyentuh $32 (sekitar £24), meskipun tur sang megabintang sebelumnya merupakan salah satu dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.
Beberapa pembeli tiket juga melaporkan berhasil mengajukan pengembalian dana, walaupun penyedia layanan Ticketmaster dan promotor Messina Touring Group belum mengonfirmasi kebijakan pengembalian secara resmi.
Di luar lokasi konser di Philadelphia, sekelompok demonstran berkumpul membawa bendera Palestina untuk menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan rakyat Palestina dan memuji aksi keberanian Macklemore. Meski ada aksi di luar arena, pertunjukan Ed Sheeran tetap berlangsung lancar hingga selesai.
Sejumlah penonton yang ditemui usai pertunjukan mengapresiasi kejujuran dan ketulusan pidato Sheeran. Merekas menilai sang musisi berhasil menyampaikan posisinya secara seimbang tanpa menghilangkan rasa simpati pada nilai-nilai kemanusiaan. Sheeran menegaskan akan tetap melanjutkan rangkaian Loop Tour di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan demi memenuhi komitmennya kepada para penggemar.

